Friday, April 17, 2009

MAKALAH MOTIF TERJADINYA PERANG SALIB







 

KATA PENGANTAR

Puji dan syukur kita panjatkan kepada yang Maha Kuasa karena atas izinnya jualah sehingga penyusunan makalah ini dapat berjalan dengan baik. Makalah ini berjudul “Motif Terjadinya Perang Salib”. Sengaja saya tulis dengan tujuan agar dapat membantu dalam pencarian referensi utamanya menyangkut pengetahuan tentang sejarah.
Saya sebagai penulis sadar kalau dalam makalah saya ini masih jauh dari kesempurnaan. Oleh karena itu, demi kesempurnaan makalah ini saya butuh kritik dan saran dari pembaca. 

BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Motif Terjadinnya Perang Salib

Menciptakan perdamaian diantara pluralisme agama dan budaya, memang merupakan cita-cita bersama seluruh umat manusia seantero dunia. Karena itu, konsep toleransi sebagai elemen penting dalam masyarakat ideal, selalu menjadi prinsip kebersamaan. Meskipun demikian, fanatisme berlebihan dan loyalitas mendalam terhadap agamanya, sering membuat mati hati umat manusia hingga melupakan pentingnya kebersamaan diantara perbedaan.
Hal inilah yang melanda pemeluk agama Kristen dengan loyalitas tinggi pada paus dan kaum muslim yang menjadikan semangat jihad sebagai pandangan hidup, lalu berada pada posisi saing yang sama dalam merebut hegemoni. Konsekwensinya, konflik berdasarkan kepentingan dan warisan sejarah pun tidak dapat dihindari yang dalam sejarah dikenal sebagai Perang Salib.
Penanaman peristiwa akbar ini , didorong oleh pertimbangan kondisional sekitar terjadinya ekspedisi militer yang dilancarkan oleh pihak Kristen terhadap kekuatan Muslim dalam periode 1095-1291 M. hal ini disebabkan karena adanya dugaan bahwa pihak kristen dalam melancarkan serangan tersebut didorong oleh motivasi keagamaan.
Selain itu, penamaan ini juga disebabkan atas penggunaan simbol salib pada saat terjadi perang. Namun jika dicermati lebih mendalam akan terlihat adanya beberapa kepentingan individu yang turut mewarnai Perang Salib ini, dapat dilihat dari beberapa kondisi yang mengiringi sekaligus motif terjadinya.
Pertama, Perang Salib merupakan puncak dari segala konflik antara negeri barat dengan negeri timur, jelasnya antara pihak Kristen dan pihak Muslim. Perkembangan dan kemajuan ummat muslim yang sangat pesat, pada akhir-akhir ini menimbulkan kecemasan tokoh-tokoh barat Kristen. Terdorong oleh kecemasan ini, maka mereka melancarkan serangan terhadap kekuasaan Muslim.
Kedua, munculnya kekuasaan Bani Saljuq yang berhasil merebut Asia kecil setelah mengalahkan pasukan Bizantium di Manzikart tahun 1071, dan selanjutnya Saljuq merebut Baitul Maqdis dari tangan dinasti Fatimiyah tahun 1078 M. Kekuasaan Saljuq di Asia kecil dan Yarussalem dianggap sebagai halangan bagi pihak Kristen Barat untuk melaksanakan haji ke Baitul Maqdis. Padahal yang terjadi bahwa pihak kristen bebas saja melaksanakan haji secara berbondong-bondong. Pihak Kristen menyebarkan desas-desus perlakuan kejam Turki Saljuq terhadap jamaah Haji Kristen. Desas-desus ini membakar amarah Ummat Kristen Eropa.
Ketiga, bahwa semenjak abad kesepuluh pasukan muslim menjadi penguasa dagang di jalur laut tengah. Para pedagang visa, venesia dan genoa merasa terganggu atas kehadiran ummat Islam sebagai penguasa di jalur perdagangan di laut tengah ini. Satu-satunya jalan untuk memperluas dan memperlancar perdagangan mereka adalah dengan mendesak kekuatan muslim dari lautan ini.
Propaganda Alexius Comnenus kepada Paus Urbanus II, untuk membahas kekalahannya dalam peperangan melawan pasukan Saljuq. Bahwa Paus merupakan sumber otoritas tertinggi di Barat yang didengar dan ditaati propagandanya. Paus Urbanus II segera mengumpulkan tokoh-tokoh-tokoh Kristen pada 26 November 1095 di Clermont, sebelah tenggara Prancis. Dalam pidatonya di Clermont, sang Paus memerintahkan kepada pengikut Kristen agar mengangkat senjata melawan pasukan muslim.
Dalam propagandanya sang Paus menjanjikan apapun atas segala dosa bagi mereka yang bersedia bergabung dalam peperangan ini. Mereka isu persatuan umat Kristen segera bergema menyatukan negeri-negeri sang Kristen melalui seruan Paus ini. Dalam waktu yang singkat sekitar 150.000 pasukan Kristen berbondong-bondong memenihi seruan sang paus, mereka berkumpul di Konstantinovel. Sebagian besar pasukan ini adalah bangsa Prancis dan bangsa Normandia.
Selengkapnya Download Konfirmasi Password Makalah di 085255631703 Kode Makalah 04