Saturday, March 27, 2010

PENYAKIT LEUKIMIA





 

PENDAHULUAN


Penyakit kanker darah (leukimia) menduduki peringkat tertinggi kanker pada anak. Namun, penanganan kanker pada anak di Indonesia masih lambat. Itulah sebabnya lebih dari 60% anak penderita kanker yang ditangani secara medis sudah memasuki stadium lanjut.Pendapat itu disampaikan dr Maria Abdulsalam dari Bagian Ilmu Kesehatan Anak FKUI-RSUPN Cipto Mangunkusumo kepada Media.

Maria yang membahas pentingnya deteksi dini kanker pada anak menjelaskan selama ini keluarga atau masyarakat belum mengetahui tentang bagaimana tanda-tanda kanker pada anak. Kurangnya pengetahuan masyarakat tentang kanker, menyebabkan penanganan penyakit keganasan itu lambat di Indonesia.''Keluarga baru membawa anaknya ke rumah sakit umumnya sudah dalam kondisi stadium lanjut atau parah. 

Maria mengatakan, meskipun angka kejadian kanker pada anak relatif jarang, yakni satu sampai tiga persen dari seluruh kanker manusia, tetapi masyarakat perlu mengetahui adanya informasi yang benar dan jelas mengenai penyakit kanker.

Apabila di dalam keluarga terdapat salah satu anggotanya mengidap kanker, sebaiknya anaknya perlu melakukan deteksi dini kanker untuk pencegahan. ''Pencegahannya dengan mengonsumsi vitamin A dan C, buah maupun sayuran yang kaya akan serat.''Kendati kanker pada anak cukup jarang, namun hingga kini kanker darah (leukemia) menduduki peringkat tertinggi kanker pada anak. Hingga kini penyebab kanker sendiri belum diketahui dengan pasti. Namun, penyakit ini bisa dilihat dari faktor risiko, seperti genetika (keturunan) dan lingkungan antara lain infeksi virus, bahan kimia atau obat, radiasi, makanan, dan sebagainya.

dr Djajadiman Gatot menjelaskan, terjadinya leukemia pada anak disebabkan bertambahnya sel darah abnormal secara berlebihan dan tidak terkendali. ''Penyebarannya ke seluruh bagian tubuh mengakibatkan gangguan atau merusak fungsi tubuh. Tanda-tanda yang perlu dikenali dalam leukimia ini, antara lain sakit kepala, mual, muntah, kesadaran menurun dan kejang. ''Gejala lainnya berupa pucat mendadak tanpa diketahui sebabnya, panas, terjadi perdarahan, nyeri sendi sampai kepada gagal ginjal. Hati mengalami pembengkakan demikian juga testis mengalami pembesaran.



PEMBAHASAN

A. Definisi Leukimia


Leukemia (kanker darah) adalah jenis penyakit kanker yang menyerang sel-sel darah putih yang diproduksi oleh sumsum tulang (Bone marrow). Sumsum tulang atau Bone marrow ini dalam tubuh manusia memproduksi tiga type sel darah diantaranya sel darah putih (berfungsi sebagai daya tahan tubuh melawan infeksi), sel darah merah (berfungsi membawa oxygen kedalam tubuh) dan platelet (bagian kecil sel darah yang membantu proses pembekuan darah).



Leukemia umumnya muncul pada diri seseorang sejak dimasa kecilnya, Sumsum tulang tanpa diketahui dengan jelas penyebabnya telah memproduksi sel darah putih yang berkembang tidak normal atau abnormal. Normalnya, sel darah putih me-reproduksi ulang bila tubuh memerlukannya atau ada tempat bagi sel darah itu sendiri.Tubuh manusia akan memberikan tanda/signal secara teratur kapankah sel darah diharapkan be-reproduksi kembali.

Pada kasus Leukemia (kanker darah), sel darah putih tidak merespon kepada tanda/signal yang diberikan. Akhirnya produksi yang berlebihan tidak terkontrol (abnormal) akan keluar dari sumsum tulang dan dapat ditemukan di dalam darah perifer atau darah tepi. Jumlah sel darah putih yang abnormal ini bila berlebihan dapat mengganggu fungsi normal sel lainnya, Seseorang dengan kondisi seperti ini (Leukemia) akan menunjukkan beberapa gejala seperti; mudah terkena penyakit infeksi, anemia dan perdarahan.


B. Leukimia Diklasifikasikan berdasarkan jenis sel


Ketika pada pemeriksaan diketahui bahwa leukemia mempengaruhi limfosit atau sel limfoid, maka disebut leukemia limfositik. Sedangkan leukemia yang mempengaruhi sel mieloid seperti neutrofil, basofil, dan eosinofil, disebut leukemia mielositik.
Dari klasifikasi ini, maka Leukemia dibagi menjadi empat type sebutan;
1. Leukemia limfositik akut (LLA). Merupakan tipe leukemia paling sering terjadi pada anak-anak. Penyakit ini juga terdapat pada dewasa yang terutama telah berumur 65 tahun atau lebih.
2. Leukemia mielositik akut (LMA). Ini lebih sering terjadi pada dewasa daripada anak-anak. Tipe ini dahulunya disebut leukemia nonlimfositik akut.
3. Leukemia limfositik kronis (LLK). Hal ini sering diderita oleh orang dewasa yang berumur lebih dari 55 tahun. Kadang-kadang juga diderita oleh dewasa muda, dan hampir tidak ada pada anak-anak.
4. Leukemia mielositik kronis (LMK) sering terjadi pada orang dewasa. Dapat juga terjadi pada anak-anak, namun sangat sedikit.


C. Penyebab Penyakit Leukimia


Sampai saat ini penyebab penyakit leukemia belum diketahui secara pasti, akan tetapi ada beberapa faktor yang diduga mempengaruhi frekuensi terjadinya leukemia.
Radiasi
Hal ini ditunjang dengan beberapa laporan dari beberapa riset yang menangani kasus Leukemia bahwa Para pegawai radiologi lebih sering menderita leukemia, Penerita dengan radioterapi lebih sering menderita leukemia, Leukemia ditemukan pada korban hidup kejadian bom atom Hiroshima dan Nagasaki, Jepang
Leukemogenik.
Beberapa zat kimia dilaporkan telah diidentifikasi dapat mempengaruhi frekuensi leukemia, misalnya racun lingkungan seperti benzena, bahan kimia inustri seperti insektisida, obat-obatan yang digunakan untuk kemoterapi.
Herediter.
Penderita Down Syndrom memiliki insidensi leukemia akut 20 kali lebih besar dari orang normal.
Virus.
Beberapa jenis virus dapat menyebabkan leukemia, seperti retrovirus, virus leukemia feline, HTLV-1 pada dewasa.


D. Tanda Dan Gejala penyakit Leukimia


Gejala Leukemia yang ditimbulkan umumnya berbeda diantara penderita, namun demikian secara umum dapat digambarkan sebagai berikut:
Anemia.
Penderita akan menampakkan cepat lelah, pucat dan bernafas cepat (sel darah merah dibawah normal menyebabkan oxygen dalam tubuh kurang, akibatnya penderita bernafas cepat sebagai kompensasi pemenuhan kekurangan oxygen dalam tubuh).

Pendarahan.
Ketika Platelet (sel pembeku darah) tidak terproduksi dengan wajar karena didominasi oleh sel darah putih, maka penderita akan mengalami perdarahan dijaringan kulit (banyaknya jentik merah lebar/kecil dijaringan kulit).
Terserang Infeksi.
Sel darah putih berperan sebagai pelindung daya tahan tubuh, terutama melawan penyakit infeksi. Pada Penderita Leukemia, sel darah putih yang diterbentuk adalah tidak normal (abnormal) sehingga tidak berfungsi semestinya. Akibatnya tubuh si penderita rentan terkena infeksi virus/bakteri, bahkan dengan sendirinya akan menampakkan keluhan adanya demam, keluar cairan putih dari hidung (meler) dan batuk.
Nyeri Tulang dan Persendian.
Hal ini disebabkan sebagai akibat dari sumsum tulang (bone marrow) mendesak padat oleh sel darah putih.
Nyeri Perut.
Nyeri perut juga merupakan salah satu indikasi gejala leukemia, dimana sel leukemia dapat terkumpul pada organ ginjal, hati dan empedu yang menyebabkan pembesaran pada organ-organ tubuh ini dan timbulah nyeri. Nyeri perut ini dapat berdampak hilangnya nafsu makan penderita leukemia.
Pembengkakan Kelenjar Lympa
Penderita kemungkinan besar mengalami pembengkakan pada kelenjar lympa, baik itu yang dibawah lengan, leher, dada dan lainnya. Kelenjar lympa bertugas menyaring darah, sel leukemia dapat terkumpul disini dan menyebabkan pembengkakan.
Kesulitan Bernafas (Dyspnea).
Penderita mungkin menampakkan gejala kesulitan bernafas dan nyeri dada, apabila terjadi hal ini maka harus segera mendapatkan pertolongan medis.


E. Penanganan dan Pengobatan Leukemia.

Penanganan kasus penyakit Leukemia biasanya dimulai dari gejala yang muncul, seperti anemia, perdarahan dan infeksi. Secara garis besar penanganan dan pengobatan Leukemia bisa dilakukan dengan cara single ataupun gabungan dari beberapa metode dibawah ini:
• Chemotherapy/intrathecal medications
• Therapy Radiasi. Metode ini sangat jarang sekali digunakan
• Transplantasi bone marrow (sumsum tulang)
• Pemberian obat-obatan tablet dan suntik
• Transfusi sel darah merah atau platelet.
Sistem Therapi yang sering digunakan dalam menangani penderita leukemia adalah kombinasi antara Chemotherapy (kemoterapi) dan pemberian obat-obatan yang berfokus pada pemberhentian produksi sel darah putih yang abnormal dalam bone marrow. Selanjutnya adalah penanganan terhadap beberapa gejala dan tanda yang telah ditampakkan oleh tubuh penderita dengan monitor yang komprehensive.
Pengobatan pertama untuk semua tipe leukimia biasanya adalah kemoterapi (perawatan dari penyakit atau penyakit dengan bahan kimia, misalnya dalam pengobatan kanker). Kemoterapi ini merupakan pengobatan yg cukup kuat untuk membunuh sel2 leukimia. Obat kemoterapi dapat diberikan dalam bentuk tablet atau disuntikkan langsung ke dalam veins (pembuluh darah atau IV).
Kadang-kadang langsung disuntikkan ke dalam cairan di sekitar otak dan saraf tulang belakang, untuk memusnahkan semua sel yang ada di sistem saraf. Bagaimana anda menerima narkoba tergantung pada apakah Anda adalah leukemia kronis atau akut, dan apa tahap perawatan Anda di. Tahap pertama dari kemoterapi disebut induksi. Terdiri dari beberapa sesi masing-masing selama beberapa hari, dengan sisa waktu beberapa bulan di antara. Induksi merupakan periode intensif terapi biasanya mengelola dan membunuh sebagian besar sel-sel kanker.
Induksi biasanya diikuti oleh satu atau dua siklus perawatan lebih lanjut. Ini adalah intensifikasi atau tahap konsolidasi, dan bertujuan untuk meningkatkan kesempatan untuk menyembuhkan dengan terus-menerus memusnahkan sel leukemia. Dalam kedua induksi dan konsolidasi, obat kemoterapi biasanya disuntikkan langsung ke dalam pembuluh darah.
Akhirnya, ada tahap pemeliharaan terapi. Hal ini kurang intensif dan diberi obat sebagai tablet. Hal ini dapat berlangsung selama dua tahun dan dirancang untuk membunuh semua sisa leukemia sel. Obat Steroid kadang-kadang diberikan bersamaan dengan kemoterapi, untuk membantu merusak sel leukemia.

Kesimpulan
Leukemia (kanker darah) adalah jenis penyakit kanker yang menyerang sel-sel darah putih yang diproduksi oleh sumsum tulang (Bone marrow). Sumsum tulang atau Bone marrow ini dalam tubuh manusia memproduksi tiga type sel darah diantaranya sel darah putih (berfungsi sebagai daya tahan tubuh melawan infeksi), sel darah merah (berfungsi membawa oxygen kedalam tubuh) dan platelet (bagian kecil sel darah yang membantu proses pembekuan darah).

.