Friday, January 20, 2012

MAKALAH HAK KEKAYAAN INTELEKTUAL TERHADAP DESAIN INDUSTRI PERLINDUNGAN DAN TATACARA PENGAJUAN PERLINDUNGAN

  BAB I
PENDAHULUAN

A.   LATAR BELAKANG

    Pengaruh perkembangan teknologi dalam beberapa dasawarsa terakhir ini  sangat besar terhadap kehidupan sehari-hari. Perkembangan tersebut tidak hanya dalam bentuk teknologi tinggi, seperti komputer, elektronika, komunikasi dan bioteknologi, tetapi juga dibidang mekanik, kimia dan teknologi sederhana lainnya. Bagi Indonesia, sebagai negara yang memiliki sumber daya alam yang melimpah, pentingnya peranan teknologi tersebut merupakan suatu  hal yang tak terbantahkan.


    Namun demikian perkembangan teknologi tersebut belum mencapai sasaran yang diinginkan. Dalam GBHN dinyatakan bahwa perkembangan teknologi belum dimanfaatkan secara optimal dalam kegiatan ekonomi, sosial dan budaya sehingga belum memperkuat kemampuan Indonesia dalam rangka menghadapi persaingan global. Untuk meningkatkan perkembangan teknologi diperlukan adanya suatu sistem yang dapat merangsang perkembangan teknologi dalam wujud perlindungan terhadap karya  intelektual.

Indonesia adalah salah satu anggota WTO (World Trade Organization) yang di dalamnya menyangkut TRIPs Agrement (Trade Relatred Aspects of Intellectual Property Rights Including Trade Inn Counterfied Goods), wajib mengharmoniskan sistem hukum Hak Kekayaan Intelektual (HKI) dengan mematuhi standar-setndar internasional sesuai TRIPs. Salah satu kewajiban dalam TRIPs Agrement adalah indonesia harus memiliki peraturan dan ketentuan hukum yang dapat melindungi karya-karya di bidang desain industri. Maka di Indonesia pengaturan mengenai perlindungan desain industri diatur dalam UU No. 31 tahun 2000 tentang desain industri.

Menurut ketentuan pasal 1 ayat (1) UU No. 31 tahun 2000 tentang desain industri yang dimaksud dengan desain Industri ialah suatu kreasi tentang bentuk, konfigurasi, atau komposisi garis atau warna, atau garis dan warna, atau gabungan daripadanya yang berbentuk tiga dimensi atau dua dimensi yang memberikan kesan estetis dan dapat diwujudkan dalam pola tiga dimensi atau dua dimensi serta dapat dipakai untuk menghasilkan suatu produk, barang, komoditas industri, atau kerajinan tangan.

Merujuk pada definisi diatas maka, karakteristik desain industri itu ialah suatu kreasi tentang bentuk, konfigurasi atau komposisi garis atau warna, atau garis dan warna atau gabungan keduaya,bentuk konfigurasi atau komposisi tersebut harus berbentuk tiga dimensi atau dua dimensi, bentuk tersebut harus pula memberikan kesan estetis, kesemuanya itu harus dapat dipakai untuk menghasilkan suatu produk, barang, komoditas industri, atau kerajinan tangan.

Berdasarkan undang-undang ini, perlindungan suatu desain diberikan untuk bentuk fitur-fitur bentuk, konfigurasi, atau komposisi garis dan warna, atau kombinasinya yang diterapkan pada suatu produk atau barang, baik yang bersifat untuk rumah tangga, ornamental, utilitarian atau industri merupakan contoh produk-produk atau barang dimana suatu desain industri dapat diterapkan.

Bagaimana dengan suatu desain grafis,apakah desain grafis tersebut juga dapat di lindungi dengan UU No.31 tahun 2000 tentang desain industri, karena mengingat pernah para pengusaha desain grafis contoh saja pengusaha Clothing Company di kota Bandung yang tidak mendaftarkan desain grafis pada kaosnya maka ia akan lemah untuk perlindungan hukumnya. 

Suyatno mendefinisikan desain grafis sebagai, “Aplikasi dari keterampilan seni dan komunikasi untuk kebutuhan bisnis dan industri”, sebab karya desain grafis pada hakikatnya merupakan buah pikir dari serangkaian proses kreatif setelah melalui beberapa tahap layout secara komperhensif. Karya desain biasanya identik dengan stlye seseorang dalam menghasilakan karya, yang tidak lain merupakan produk kekayaan intelektual pendesain yang patut untuk di lindungi. Hak-hak atas kekayaan intelektual sebagai produk hukum disisi lain berupaya melindungi produk grafis atas penciptaan sorang pendesain melalui perangkat UU No.31 tahun 2000 tentang desain industri.

Merujuk pada ketentuan diatas maka timbullah suatu pertanyaan, Apa yang dapat memperoleh perlindungan industri? Apasajakah contoh produk yang mendapat perlindungan desain industri? Apakah desain grafis mendapat perlindugan hukum UU No. 31 tahun 2000 tentang desain industri? Apakah dapat desain grafis di lindungi oleh UU HAKI yang lain seperti UU No.19 tahun 2002 ?


B.    RUMUSAN MASALAH
1.    Bagaimana Peranan dan Manfaat HKI bagi perguruan tinggi?
2.    Bagaimana Hasil riset Perguruan Tinggi sebagai Kekayaan Intelektual?
3.    Mengenal jenis HKI?
4.    Bagaimana peranan HKI dalam Desain Industri?
5.    Bagaimana Peranan HKI terhadap Perlindungan Merek?

C.    TUJUAN
Penulisan makalah ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan kepada pembaca khususnya dalam ruang lingkup tentang Hak Kekayaan Intelektuan kaitannya dengan Desain Industri Perlindungan Dan Tatacara Pengajuan Perlindungan itu sendiri. Selengkapnya Download Konfirmasi
Password Makalah di 085255631703 Kode Makalah 61