Wednesday, February 15, 2012

KUCING DAPAT MENULARKAN PENYAKIT SCHIZOPHRENIA PADA MANUSIA

Schizophrenia adalah gangguan mental yang kompleks yang mempengaruhi otak manusia sehingga menyebabkan terjadinya gangguan pada pikiran manusia.  Pengaruh Lingkungan  tertentu dapat memicu Schizophrenia pada orang yang secara genetik berisiko terserang penyakit ini. 


Menurut penelitian bahwa kucing dapat menularkan penyakit ini. Penelitian di Leeds University menunjukkan bahwa parasit mempengaruhi produksi dopamin, senyawa kimia yang membawa pesan ke otak untuk mengendalikan gerak, kognitif dan perilaku, sehingga memicu terjadinya schizophrenia dan gangguan bipolar lainnya. Schizophrenia dapat menyerang pria dan wanita. Ini biasanya dimulai pada masa remaja atau dewasa, tapi mungkin efeknya baru terasa setelah usia lebih lanjut.
 Wanita dikabarkan paling rentang terserang penyakit ini. Sejak tahun 1920, dokter telah mengklaim bahwa wanita yang terinfeksi toxoplasmosis selama kehamilan dapat menularkan penyakit ke janin, yang mengakibatkan kerusakan otak parah pada bayi, bahkan menyebabkan kematian. Pada orang dewasa, penyakit ini mirip dengan gejala flu, dimana parasit ini menekan sistem kekebalan tubuh hingga akhirnya penderitan menjadi sakit parah dengan komplikasi seperti encephalitis (radang otak). Gejala penyakit ini dapat ditunjukkan oleh kecemasan, depresi, dan kelainan pikiran. Pada awalnya, Anda mungkin mengalami gejala seperti mudah marah atau perasaan tegang, kesulitan tidur dan kesulitan berkonsentrasi.

Penyakit ini ditularkan kucing melalui kotorannya, yang biasa dikenal dengan Toxoplasma gondii dan merupakan mikroba yang menyebabkan toxoplasmosis. Inilah yang menjadi penyebab mengapa ibu hamil diminta untuk menghindari kontak dengan kotoran kucing.

Itulah sedikit informasi dari saya sahabat blogger. Pesan terakhir hati-hati dengan kucing jangan sampai kita terinfeksi dengan penyakit ini. Salam semoga bermanfaat...!!

Sumber:
http://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmedhealth/PMH0001925/
http://id.she.yahoo.com/kucing-sebabkan-schizophrenia-100639060.html

No comments: