Friday, March 15, 2013

MAKALAH TERJADINYA TSUNAMI ACEH

-->





BAB I
PENDAHULUAN

1.1      Latar Belakang

Tsunami yang melanda Indonesia tepatnya di Nanggroe Aceh Darussalam dengan kekuatan gempa 9,1 skala richfter tepatnya 26 Desember 2004 silam. Setelah 45 menit terjadi gempa, gelombang tsunami menyapu bersih pesisir pantai NAD sepanjang 800 km hanya dalam beberapa menit sehingga menimbulkan + 166.080 korban jiwa di Aceh. Gempa susulan yang terjadi pada tanggal 28 Maret 2005 menambah jumlah korban, termasuk di Nias, Simeulue dan Aceh Bagian Selatan.  Berdasarkan laporan bersama BRR dan mitra internasional (Desember, 2005), dinyatakan bahwa bencana tersebut telah menyebabkan 167.900 orang meninggal dunia atau hilang, 500.000 orang kehilangan rumah di Aceh, 13.500 orang kehilangan rumah di Nias. Laporan Media Center Aceh menyebutkan bahwa bencana tersebut telah menyebabkan 192.000 orang mengungsi, 120.000 rumah rusak/hancur serta sebagian besar infrastruktur ekonomi dan social juga rusak. Bagi semua korban yang tertimpa bencana, kedua peristiwa tersebut telah meninggalkan beragam trauma yang mendalam. Korban jiwa yang begitu besar secara langsung mempengaruhi ketersediaan SDM di Aceh dan di Nias, maupun kemampuan kelembagaan pemerintah dan non pemerintah untuk merekonstruksi, merehabilitasi dan me-recovery wilayah yang rusak dan masyarakat yang tingkat ekonominya rentan dan miskin.

1.2      Rumusan Masalah
a)     Menjelaskan Definisi Tsunami.
b)     Menjelaskan Penyebab Terjadinya Gelombang Tsunami di Aceh
c)     Menjelaskan Proses terjadinya Tsunami

1.3      Tujuan Penulisan



Mendapatkan gambaran yang utuh dan lengkap mengenai Tsunami yang terjadi di Aceh. Makalah ini juga bisa dijadikan referensi untuk penulisan karya tulis ilmiah atau semacamnya yang berkaitan dengan judul makalah di atas. Selengkapnya Download Konfirmasi Password Makalah di 085255631703 Kode Makalah 46


MAKALAH MEMPERTAHANKAN DAN MEMBANGUN KEBUDAYAAN NASIONAL INDONESIA

-->

KATA PENGANTAR

Puji syukur penulis panjatkan kehadirat Allah SWT, yang telah memberikan rahmat dan karunianya sehingga kami dapat menyelesaikan makalah ini tepat pada waktunya. Adapun makalah yang kami susun yaitu berjudul “Mempertahankan dan Membangun Kebudayaan Nasional Indonesia”.
Sementara itu tujuan penulis menyusun makalah ini yaitu untuk memenuhi salah satu tugas mata kuliah dan juga untuk memenuhi gambaran mengenai kebudayaan nasional Indonesia.
Penulis menucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu dalam penyusunan makalah ini, baik bantuan moril maupun material.
Penulis juga menyadari bahwa dalam penyusunan makalah ini masih jauh dari kesempurnaan. Oleh karena itu, Kami penulis menerima dengan senang hati kritik dan saran yang membangun untuk kesempurnaan makalah ini. Akhirul kata mudah-mudahan makalah ini dapat bermanfaat bagi pembaca dan kita semua.

BAB I
PENDAHULUAN

A.     Latar Belakang
Budaya atau kebudayaan berasal dari bahasa Sansekerta.dari buddhi (akal atau budi),diartikan sebagai hal-hal yang berkaitan dengan budi dan akal manusia. Menurut istilah kebudayaan merupakan sesuatu yang agung dan mahal, tentu saja karena ia tercipta dari hasil rasa, karya, karsa dan cipta manusia yang kesemuanya merupakan sifat yang hanya ada pada manusia.
Kebudayaan terdiri atas dua komponen, Kebudayaan Material, yang mengacu pada semua ciptaan masyarakat yang nyata atau yang berkaitan dengan barang-barang.seperti penemuan arkeologi atau produk industri. Yang kedua Kebudayaan Non Material,.yang berhubungan dengan ciptaan-ciptaan abstrak yang diwariskan dari generasi ke generasi.seperti dongeng, lagu, tari tradisional. Inilah perwujudan karya seni.
Dalam konteks wilayah atau bangsa, Kebudayaan bisa dibagi dua,Kebudayaan Daerah, yaitu budaya yang diwariskan turun temurun.bahkan sejak masa suku-suku lama dan Kebudayaan Nasional, yang merupakan penggabungan kebudayaan daerah serta asimilasi dan aukulturasi dari negara lain. Dalam kaitan ini,Negara memberi ruang bagi segala bentuk kebudayaan daerah yang masih berlaku sebagaimana dimaksud dalam Pasal 18B ayat (2) UUD 1945 yang berbunyi : Negara mengakui dan menghormati kesatuan-kesaatuan masyarakat hukum adat beserta hak-hak tradisionalnya sepanjang masih hidup dan sesuai dengan perkembangan masyarakat dan prinsip Negara Kesatuan Republik Indonesia, yang diatur dalam undang-undang.
B.      Rumusan Masalah
1.   Apa yang dimaksud dengan Kebudayaan itu sendiri?
2.  Menjelaskan tentang masalah kebudayaan yang terjadi sekarang di Indonesia.
3.  Menjelaskan tentang pembentukan kebudayaan Nasional Indonesia.
4.  Menjelaskan tentang upaya yang dilakukan dalam membangun kembali kebudayaan Nasional Indonesia.

C.      Tujuan Penulisan
      Tujuan dari penulisan makalah ini untuk mengenal kebudayaan Indonesia yang selama ini sudah banyak dimasuki oleh budaya-budaya barat. Tidak cuma itu, tapi disini kita dituntut untuk mengembangkan budaya nasional kita sebagai bangsa Indonesia yang memiliki moral dan pola pikir yang berpendidikan. Semoga dengan upaya-upaya membangun budaya Nasional Indonesia kita mampu dikenal dan dikenang oleh banyak orang.
Selengkapnya Download Konfirmasi Password Makalah di 085255631703 Kode Makalah 51

MAKALAH KEPAILITAN TERHADAP DISSENTING OPINION DALAM HAL PELAKSANAAN PERMUSYAWARATAN PENGAMBILAN KEPUTUSAN OLEH PARA HAKIM

KATA PENGANTAR

Syukur Alhamdulillah, Makalah ini sudah kami susun tepat pada waktunya dengan usaha kami semaksimal mungkin. Judul  Makalah adalah “Kepailitan Terhadap Dissenting Opinion Dalam Hal Pelaksanaan Permusyawaratan Pengambilan Keputusan Oleh Para Hakim”
Penyusunan makalah ini kami banyak di bantu oleh teman-taman yang lain dalam pengambilan referensi yang kami jadikan acuan dalam penulisan makalah ini. Oleh karena itu, saya sebagai penulis mengucapkan terima kasih kepada teman-teman yang memberikan support kepada saya dalam penulisan makalah ini.
Saya sadar dengan keterbatasan referensi yang saya gunakan maka dari itu saya memohon kepada teman-teman pembaca untuk memberikan sarannya jika terdapat kekurangan dalam penulisan makalah ini demi  membangun kesempurnaan penulisan kami selanjutnya.
BAB I
PENDAHULUAN 
.           Latar Belakang
   Gejolak moneter pada pertengahan tahun 1997 menimbulkan kesulitan besar bagi perekonomian nasional, terlebih lagi muncul kondisi sebagian pelaku usaha/debitor tidak mampu memenuhi kewajiban pembayaran utang kepada para lembaga pembiayaan/kreditor. Hal ini merupakan akibat ekspansi usaha yang mereka lakukan. Untuk mengatasi persoalan tersebut, pada 22 April 1998 pemerintah menetapkan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-undang (Perpu) Nomor 1 tahun 1998 tentang Perubahan Atas Undang-undang Kepailitan yang kemudian disahkan menjadi Undang-undang Nomor 4 Tahun 1998 tentang Kepailitan (selanjutnya disingkat UUK) pada 24 Juli 1998, UUK merupakan penyempurnaan dari Failissement Verordening Staatsblad tahun 1905 Nomor 217 jo. Staatsblad tahun 1906 No. 348. Tetapi undang-undang tersebut hanya berlaku beberapa tahun saja karena dengan keluarnya Undang-Undang Nomor 37 Tahun 2004 tentang Kepailitan dan Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang, maka Undang-Undang Nomor 4 Tahun 1998 tersebut dicabut.
Selanjutnya berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 97 tahun 1999, 18 Agustus 1998, didirikan Pengadilan Niaga di Makassar, Surabaya, Medan, dan Semarang. Pengadilan Niaga sangat diperlukan untuk menyelesaikan sengketa-sengketa niaga secara cepat; juga menyelesaikan aneka masalah kepailitan, seperti masalah pembuktian, verifikasi utang, actio pauliana, dan lain sebagainya.
Sistem pemeriksaan di tingkat Pengadilan, termasuk Pengadilan Niaga mengkondisikan adanya tiga hakim yang memeriksa suatu perkara kepailitan. Perubahan kondisi peradilan Indonesia khususnya dengan keluarnya Undang-Undang Nomor 48 Tahun 2009 tentang Kekuasaan Kehakiman pada Pasal 14 ayat (3) dan (4) memberikan konstribusi terjadinya perbedaan pendapat para hakim yang memeriksa suatu perkara termasuk perkara kepailitan dalam hal menjatuhkan putusan.


B.           Rumusan Masalah
1.    Menjelaskan tentang apa yang dimaksud dengan Kepalitan?
2.    Membahas Peraturan perundang-undangan tentang Kepailitan
3. Menjelaskan Apakah penyebab timbul dissenting opinion dalam hal pelaksanaan permusyawaratan pengambilan keputusan oleh para hakim yang memeriksa perkara kepailitan?
 C.      Tujuan dan Manfaat Penulisan
Adapun tujuan penulisan makalah ini adalah:
1.    Untuk mengetahui apa yang dimaksud dengan kepailitan
2.    Untuk mengetahui tentang Perundang-undangan yang berkaitan dengan kepailitan.
3.    Untuk mengetahui sebab timbul dissenting opinion dalam perkara kepailitan.
Adapun yang menjadi manfaat penulisan makalah ini adalah :
1.    Secara teori untuk menambah literatur tentang peranan hakim dalam memeriksa dan memutuskan suatu perkara kepailitan di Pengadilan Niaga khususnya jika terdapat dissenting opinion
2.    Melalui tulisan ini juga diharapkan kepada masyarakat dapat mengambil manfaatnya terutama dalam hal berpekara di Pengadilan Niaga dalam perkara kepailitan. Selengkapnya Download Konfirmasi Password Makalah di 085255631703 Kode Makalah 13

MAKALAH HUKUM PENANAMAN MODAL TERHADAP TANGGUNG JAWAB SOSIAL PERUSAHAAN (CORPORATE SOCIAL RESPONSIBILITY)

KATA PENGANTAR

Syukur Alhamdulillah, Makalah ini sudah kami susun tepat pada waktunya dengan usaha kami semaksimal mungkin. Judul  Makalah adalah Hukum Penanaman Modal Terhadap Tanggung Jawab Sosial Perusahaan (Corporate Social Responsibility)”
Penyusunan makalah ini kami banyak di bantu oleh teman-taman yang lain dalam pengambilan referensi yang kami jadikan acuan dalam penulisan makalah ini. Oleh karena itu, saya sebagai penulis mengucapkan terima kasih kepada teman-teman yang memberikan support kepada saya dalam penulisan makalah ini.

Saya sadar dengan keterbatasan referensi yang saya gunakan maka dari itu saya memohon kepada teman-teman pembaca untuk memberikan sarannya jika terdapat kekurangan dalam penulisan makalah ini demi  membangun kesempurnaan penulisan kami selanjutnya.

BAB I
PENDAHULUAN

A.        Latar Belakang Masalah
Tanggung jawab sosial perusahaan atau corporate social  responsibility (untuk selanjutnya disebut CSR) mungkin masih kurang popular dikalangan pelaku usaha nasional. Namun, tidak berlaku bagi pelaku usaha asing. Kegiatan sosial kemasyarakatan yang dilakukan secara sukarela itu, sudah biasa dilakukan oleh perusahaan-perusahaan multinasional ratusan tahun lalu.
Berbeda dengan  kondisi Indonesia, di sini kegiatan CSR baru dimulai beberapa tahun  belakangan. Tuntutan masyarakat dan perkembangan demokrasi serta derasnya arus globalisasi dan pasar bebas, sehingga memunculkan kesadaran dari dunia industri tentang pentingnya melaksanakan tanggung jawab sosial perusahaan (CSR).  Walaupun sudah lama prinsip-prinsip CSR diatur dalam peraturan perundang-undangan dalam lingkup hukum perusahaan. Namun amat disesalkan dari hasil survey yang dilakukan oleh Suprapto pada tahun 2005 terhadap 375 perusahaan di Jakarta menunjukkan bahwa 166 atau 44,27 % perusahaan menyatakan tidak melakukan kegiatan CSR dan 209 atau 55,75 % perusahaan melakukan kegiatan CSR. Sedangkan bentuk CSR yang dijalankan meliputi; pertama, kegiatan kekeluargaan (116 perusahaan), kedua, sumbangan pada lembaga agama (50 perusahaan), ketiga, sumbangan pada yayasan social (39) perusahaan) keempat, pengembangan komunitas (4 perusahaan). Survei  ini juga mengemukakan bahwa CSR yang dilakukan oleh perusahaan amat tergantung pada keinginan dari pihak manajemen perusahaan sendiri.
Hasil Program Penilaian Peringkat Perusahaan (PROPER) 2004-2005 Kementerian Negara Lingkungan Hidup menunjukkan bahwa dari 466 perusahaan dipantau ada 72 perusahaan mendapat rapor hitam, 150 merah, 221 biru, 23 hijau, dan tidak ada yang berperingkat emas. Dengan begitu banyaknya perusahaan yang mendapat rapor hitam dan merah, menunjukkan bahwa mereka tidak menerapkan tanggung jawab lingkungan. Disamping itu dalam prakteknya tidak semua perusahaan menerapkan CSR. Bagi kebanyakan perusahaan, CSR dianggap sebagai parasit yang dapat membebani biaya “capital maintenance”. Kalaupun ada yang melakukan CSR, itupun dilakukan untuk adu gengsi. Jarang ada CSR yang memberikan kontribusi langsung kepada masyarakat. 
Kondisi tersebut makin populer tatkala DPR mengetuk palu tanda disetujuinya klausul CSR masuk ke dalam UU No. 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas (UU PT) dan UU No. 25 Tahun 2007 tentang Penanaman Modal (UU PM).  Pasal 74 UU PT yang menyebutkan bahwa setiap perseroan yang menjalankan kegiatan usahanya di bidang dan/atau berkaitan dengan sumber daya alam wajib melaksanakan tanggung jawab sosial dan lingkungan. Jika tidak dilakukan, maka perseroan tersebut bakal dikenai sanksi sesuai dengan ketentuan perundang-undangan.
Aturan lebih tegas sebenarnya juga sudah ada di UU PM Dalam pasal 15 huruf b disebutkan, setiap penanam modal berkewajiban melaksankan tanggung jawab sosial perusahaan. Jika tidak, maka dapat dikenai sanksi mulai dari peringatan tertulis, pembatasan kegiatan usaha, pembekuan kegiatan usaha dan/atau fasilitas penanaman modal, atau pencabutan kegiatan usaha dan/atau  fasilitas penanaman modal  (pasal 34 ayat (1) UU PM).  
Tentu saja kedua ketentuan undang-undang tersebut membuat fobia sejumlah kalangan terutama pelaku usaha lokal. Apalagi munculnya Pasal 74 UU PT yang terdiri dari 4 ayat itu sempat mengundnag polemik. Pro dan  kontra terhadap ketentuan tersebut masih tetap berlanjut sampai sekarang. Kalangan pelaku bisnis yang tergabung dalam  Kadin  dan Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) yang sangat keras menentang kehadiran dari pasal tersebut. Pertanyaan yang selalu muncul adalah kenapa CSR harus diatur dan menjadi sebuah kewajiban ?  Alasan mereka adalah CSR kegiatan di luar kewajiban perusahaan yang umum dan sudah ditetapkan dalam perundang-undangan formal, seperti : ketertiban usaha, pajak atas keuntungan dan standar lingkungan hidup. Jika diatur sambungnya selain bertentangan dengan prinsip kerelaan, CSR juga akan memberi beban baru kepada dunia usaha. Apalagi kalau bukan menggerus keuangan suatu perusahaan.
Pikiran-pikiran yang menyatakan kontra terhadap pengaturan CSR menjadi sebuah kewajiban, disinyalir dapat menghambat iklim investasi baik bagi perseroan yang sudah ada maupun yang akan masuk ke Indonesia. Atas dasar berbagai pro dan kontra itulah tulisan ini diangkat untuk memberikan urun rembug terhadap pemahaman CSR dalam perspektif kewajiban hukum.

B.        Rumusan Masalah
      Dari latar belakang dan problematika yang muncul tersebut di atas maka permasalahan yang akan dikaji dalam tulisan ini adalah bagaimanakah esensi pengaturan  hukum CSR dan implikasinya dalam meningkatkan iklim investasi ( Penanaman Modal ) di Indonesia ?

 C.        Tujuan Penulisan
Makalah ini bertujuan sebagai bahan pelajaran khususnya dalam ruang lingkup “Hukum penanaman modal terhadap tanggung jawab perusahaan” serta bisa dijadikan referensi dalam penulisan karya ilmiah ataupun makal;ah selanjutnya.

Selengkapnya Download Konfirmasi Password Makalah di 085255631703 Kode Makalah 59


Tuesday, April 10, 2012

CABE TERPEDAS DI DUNIA




BERITASATU.COM - Saking pedasnya bisa membuat lidah mati rasa selama berhari-hari. Apakah Anda penggemar makanan pedas? Jika iya, Anda harus mengikuti perkembangan cabe yang selalu menjadi perhatian Chile Pepper Institute yang tidak hanya tertarik pada cabai yang sudah ada, tapi terus mencoba mencari cabai terpedas di dunia.
Menurut Los Angeles Times, pakar di New Mexico State University's Chile Pepper Institute baru-baru ini mengumumkan temuan mereka akan cabai terpedas di dunia. Cabai ini dijuluki Trinidad Moruga Scorpion. 

Dalam skala Scoville – sistem pemeringkatan yang digunakan untuk mengevaluasi level kepedasan cabai, Trinidad Moruga Scorpion ini ini tingkat kepedasannya 1,2 juta. Bandingkan dengan jalapeno yang menduduki tingkat 5000. 

Dulu, para peneliti tidak mampu menentukan cabai mana yang sebenarnya terpedas karena terdapat banyak varian kepedasan di masing-masing cabat. Meski demikian, tekanan dari orang-orang di industri makanan pedas seperti pembuat saus pedas dan pabrikan pembibitan, mendorong para peneliti mendapatkan jawabannya. 

Dalam sebuah eksperimen yang belum pernah dilakukan sebelumnya, para peneliti di Chile Pepper Institute di Las Cruces, New Mexico menanam 125 tanaman dari masing-masing varietas cabai terpedas. 

Varietas cabai terpedas itu adalah Trinidad Moruga Scorpion, Trinidad Scorpion, 7-pot, Chocolate 7-pot, dan Bhut Jolokia. Kemudian cabai-cabai ini secara random dipilih dari masing-masing pohon dan kemudian dikeringkan, lalu digiling. 

Periset kemudian mengekstraksi komponen dari masing-masing cabai yang disebut capsaicinoids, yang merupakan senyawa yang memproduksi pedas dalam cabai.

Dalam beberapa kasus, capsaicinoids yang begitu pedasnya hingga membakar sarung tangan yang dikenakan para periset, membuktikan betapa berbahayanya tingkat kepedasan lima cabai itu. Akhirnya, Trinidad Moruga Scorpion yang menjadi juara dengan peringkat kepedasan 1,2 juta. 

Paul Boslan, direktur Chile Pepper Institute menjelaskan bagaimana pedasnya rasa cabai ini. “Gigitlah sedikit. Tidak terasa buruk kok, baru kemudian terasa, terasa, dan terasa pedasnya. Inilah bagian terburuknya.”

Meski menyantap seluruh Trinidad Moruga Scorpion bisa melumpuhkan lidah selama berhari-hari, rasa cabai ini sebenarnya enak, Menurut Huffington Post, Trinidad Moruga Scorpion tidak hanya terpedas di dunia, tapi juga paling enak.

Sunday, February 26, 2012

MAKALAH PEMANFAATAN TEKNOLOGI DAN INFORMASI SEBAGAI SUMBER ILMU PENGETAHUAN






BAB I
PENDAHULUAN

A.     Latar Belakang
Dulu manusia belajar dari sebuah buku atau papan tulis yang biasa kita jumpai di sekolah maupun di kampus. Keadaan ini ternyata bisa kita rubah menjadi lebih gampang lagi dan lebih nyaman untuk belajar saat sekarang ini.
Seiring berkembangnya zaman, pengetahuan juga semakin berkembang dan melahirkan apa yang disebut teknologi yang sifatnya membantu manusia menyelesaaikan masalah yang ada. Seiring perkembangan teknologi dan informasi melahirkan kemudahan untuk belajar dan menyerap pengetahuan yang lebih banyak dari berbagai pelosok dunia.
Inilah yang penting untuk dibahas dalam makalah ini, sebagai wujud pemanfaatan teknologi dan informasi sebagai sumber ilmu pengetahuan.
B.    Rumusan Masalah
1.    Apa yang di maksud dengan Teknologi dan Informasi
2.    Benarkah Teknologi dan Informasi itu sebagai sumber Ilmu pengetahuan
3.    Apa dampak yang ditimbulkan Teknologi dan Informasi

 C.    Tujuan
Mengenal teknologi dan informasi serta pemanfaatannya sangatlah penting dalam kehidupan kita sehari-hari. Teknologi informasi sangat membantu kita dalam menemukan pelajaran atau sumber ilmu pengatahuan yang bisa menjadi bekal untuk masa depan kita. 
Makalah ini juga bisa dijadikan bahan referensi untuk penulisan makalah selanjutnya. Selengkapnya Download Konfirmasi Password di 085255631703 kode Makalah 65

Thursday, February 23, 2012

MEMATIKAN ATAU MERESTART KOMPUTER DENGAN CEPAT







Sahabat blogger sekalian disini sedikit saya akan berbagi tutorial dengan kalian...!!

Biasa kita jumpai komputer terkadang sangat lambat sekali mati atau restart dan harus menunggu sekitar 10 menit atau lebih. Apalagi kita sudah terburu-buru mau pergi untuk mengerjakan mengerjakan pekerjaan yang lain. Tentunya ini merupakan hal yang menjengkelkan dan harus menunggu lama. Tapi sekarang anda tidak usah khawatir saya akan membagi solusinya di sini.

Anda bisa menggunakan Software yang dinamakan Super Fast Shutdown. Software ini berfungsi untuk mematikan atau merestart komputer anda dengan cepat. Tentunya anda bertanya bagaimana cara menggunakannya??? anda tinggal menginstallnya kedalam komputer anda berikut caranya:

1. Setelah anda download softwarenya kemudian anda jalankan

Wednesday, February 22, 2012

PELUNCURAN BLACKBERRY PLAYBOOK VERSI 2.0







Sahabat blogger sekalian khususnya penggemar handpone Blackberry, nich,,,,!! sekarang ada berita baru buat kalian.
 
Blackberry Playbook versi 2.0 sekarang telah diluncurkan dan tentunya sudah mulai masuk ke pasar Indonesia. Adapun kelebihan dari Blackberry Playbook versi 2.0 ini memiliki performa yang lebih canggih, multi-tasking sejati, pengalaman berselancar yang lebih cepat dan multimedia berformat high definition (HD).

Fitur baru dari dari Blackberry Playbook versi 2.0 dapat memuaskan pelanggan karena sudah jauh lebih canggih dari versi sebelumnya. Fitur email dari Blackberry playbook ini dapat dipadukan dengan  email pribadi, email kerja bahkan juga bisa dipadukan dengan jejaring sosial, seperti facebook, twitter dan linkedin dalam satu inbox yang terbuka.

Yang lebih menarik dari BlackBerry Playbook 2.0 kini bisa membaca aplikasi yang dibuat di Android. Menurut Ardo Fadhola, Country Product Manager PT Research in Motion Indonesia, dengan begitu aplikasi yang tersedia semakin banyak.

Itulah sedikit informasi dari saya sahabat blogger, semoga bermanfaat buat kalian...!!