Friday, April 2, 2010

MAKALAH TRANSPORTASI BERWAWASAN LINGKUNGAN





 

KATA PENGANTAR

Syukur Alhamdulillah kami panjatkan kehadirat Allah SWT, yang telah memberikan kesempatan dan kesehatan kepada kami sehingga makalah ini dapat terselesaikan tepat pada waktunya. Makalah ini berjudul “Transportasi Berwawasan Lingkungan”.
Dalam penyusunan makalah ini kami banyak menemukan kesulitan utamanya keterbatasan referensi yang kami dapatkan. Oleh karena itu, jika ada kesalahan penulisan dalam makalah ini kami minta maaf yang sebesar-besarnya dan kami sangat mengharapkan kritik dan saran dari pembaca demi kesempurnaan makalah kami selanjutnya.

BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Kemacetan dan pencemaran dari sistem transportasi darat memang merupakan problema yang sulit dicari solusinya. Hal ini menimpa kota-kota besar di Indonesia seperti Jakarta, Yogyakarta, Makassar dan yang lainnya bahkan kota-kota di dunia pun juga mengalami kesulitan dalam upaya mengurangi kemacetan dan menekan kadar polusi udara dari kendaraan bermotor.

Beberapa contoh kecil yang menjadi lokasi kemacetan di kota Yogyakarta seperti perempatan Magister Manajemen UGM, perempatan Mirota Kampus kearah, belakang hotel Garuda, perempatan tugu, perempatan jalan Magelang, merupakan simpul-simpul kemacetan di kota Yogyakarta. Meski kemacetan di kota Yogyakarta belum separah kota Jakarta, namun dengan pertumbuhan rata-rata 8000 unit/bulan (untuk motor saja, belum termasuk pertumbuhan kedaraan yang lain), tanpa pembenahan yang baik maka sepuluh tahun yang akan datang, barangkali kondisi kemacetan kota Yogyakarta akan sama parahnya dengan kota Jakarta.

Pembangunan pusat-pusat perdagangan baru yang dipaksakan di wilayah-wilayah yang sudah padat lalu lintasnya, juga ikut memberikan kontribusi bagi kemacetan kedaraan di kota-kota besar. Pembangunan pusat perdagangan baru itu tidak memperhatikan jarak efisien untuk menghindari kemacetan. Lebih parahnya lagi badan jalan sering dijadikan sebagai lokasi parkir kendaraan pengunjung pusat-pusat perbelanjaan. Jelas hal ini akan mengurangi “ruang” untuk lalu lintas kendaraan di jalan raya.

Sementara itu tingkat pencemaran udara di kota-kota besar pun sudah mencapai tingkat yang mengkhawatirkan dan sektor transportasi merupakan kontributor utama bagi pencemaran udara ini. Pada jam-jam tertentu dibeberapa titik padat kendaraan bermotor tingkat polusinya sudah melampaui ambang batas. Ditempat-tempat tertentu mulai terlihat penurunan kualitas udara, terutama di tempat yang macet. 

Hasil penelitian Balai Teknik Kesehatan Lingkungan (BTKL) Yogyakarta menunjukkan bahwa “anak jalanan, tukang parkir, pedagang kaki lima, tukang becak sopir kendaraan umum, masyarakat yang menjadikan jalan sebagai tempat mengais rejeki, merupakan pihak yang paling rentan terkena resiko pencemaran udara. Mereka itu sangat rentan mengalami keracunan Timbel atau timah hitam (pb), seperti mengalami sakit kepala, mual, muntah-muntah, kejang perut. Apabila terus berlanjut, para penderita keracunan zat-zat kimia dari polusi udara tersebut bisa menderita daya ingat menurun, gangguan penglihatan, kerusakan otot jantung, dan susunan syaraf pusat. Hal ini bisa menjadi ancaman serius bila dibiarkan begitu saja, bukan saja bagi lingkungan yang kita diami, lebih jauh ini bisa mengakibatkan menurunnya derajat kesehatan masyarakat dengan berjangkitnya penyakit saluran pernapasan akibat polusi udara”.

Untuk itu, perencanaan sistem transportasi yang berwawasan lingkungan itu sangat penting untuk menciptakan pembangunan yang sejalan dengan kehidupan modern dan tidak saling tumpang tindih antara pembangunan lingkungan dan perkembangan transportasi.


B. Rumusan Masalah
 
1. Membahas Pengertian Transportasi dan Lingkungan
2. Membahas tentang pengelolaan Masalah dan Dampak Transportasi terhadap Lingkungan.
3. Menjelaskan peranan transportasi dalam lingkungan Perkotaan.

C. Tujuan Penulisan
 
1. Agar dapat mengetahui lebih jauh tentang transportasi dan lingkungan.
2. Supaya kita dapat memahami masalah yang terjadi di indonesia dan mampu menciptakan transportasi yang berwawasan lingkungan.
3. Untuk memberikan pemahaman tentang perencanaan transportasi menuju pembangunan yang berwawasan lingkungan khususnya di daerah perkotaan.

Selengkapnya Download Konfirmasi Password Makalah di 085255631703 Kode Makalah 37